Minggu, 23 Oktober 2011

5 Anggapan Keliru tentang Margarin

Batas maksimum konsumsi harian lemak jenuh adalah 30 gram untuk laki-laki, dan 20 gram untuk perempuan dan anak-anak di atas lima tahun. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh yang tak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Dan mentega, adalah salah satu pemicu utama tingginya kadar lemak jenuh dalam pola makan Anda ini.

Hal ini disebabkan, kita cenderung menggunakan mentega untuk mengolah berbagai makanan. Sebaliknya, kita lebih sering melupakan margarin sebagai alternatif yang lebih sehat untuk menggantikan mentega. Ada banyak mitos yang menyebutkan bahwa margarin merupakan pilihan yang kurang baik. Entah dari rasa dan baunya yang kurang enak, hingga kandungannya yang kurang sehat. Jadi, sebaiknya cari tahu dulu kebenaran di balik mitos-mitos tersebut.

Margarin memiliki kadar lemak jenuh lebih tinggi daripada mentega
Fakta: Tidak benar. Justru margarin memiliki proporsi lemak jenuh jauh lebih rendah daripada mentega. Mentega mengandung 50 persen lemak jenuh, sedangkan margarin yang biasanya memiliki lebih banyak lemak tak jenuh ganda hanya mengandung rata-rata 14 persen lemak jenuh.

Margarin penuh dengan lemak trans yang sangat tidak sehat
Fakta: Tidak benar. Lemak trans, entah yang diproduksi atau yang alami, memang tak baik untuk kesehatan jantung. Oleh karena itu Heart Foundation sudah meminta para produsen produk margarin di Australia untuk mengurangi lemak trans serendah mungkin, sejak beberapa tahun lalu. Kini, kadar lemak trans dalam semua produk margarin di Austrlia tergolong paling rendah di dunia, yaitu rata-rata hanya 0,2 persen. Bandingkan dengan mentega yang kandungan lemak transnya 4 persen. Dengan begitu, margarin tetap menjadi pilihan yang lebih sehat.

Anak-anak boleh diberi mentega karena mereka tidak memiliki masalah kolesterol
Fakta: Tidak benar. Coba perhatikan pola makan anak-anak sekarang. Benarkah mereka bebas dari konsumsi lemak jenuh yang didapat dari makanan? Ataukah mereka justru mengonsumsi lemak jenuh dengan kadar yang melebihi batas maksimum harian, yang diperoleh dari makanan siap saji yang mereka dapatkan? Mengonsumsi lemak yang banyak diperoleh dari sumber hewani ini bisa meningkatkan kadar kolesterol darah, terutama kolesterol jahat (LDL). Anak-anak pun tak terkecuali.

Margarin kurang mengandung nutrisi penting dibandingkan mentega
Fakta: Tidak benar. Margarin yang diproduksi dengan minyak kanola mengandung asam lemak esensial yang disebut alpha linolenic acid (ALA), yang diperlukan untuk menyehatkan jantung, darah, sendi-sendi, dan sistem kekebalan. ALA juga terdapat pada sumber-sumber makanan alami, seperti minyak kanola, biji rami, kacang kenari, dan kacang kedelai. Jadi, penuhi juga kebutuhan akan asam lemak esensial dari bahan-bahan makanan ini.

Margarin kurang cocok digunakan untuk memasak atau memanggang kue
Fakta: Lagi-lagi, tidak benar. Aroma margarin mungkin tidak seenak mentega, tetapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Dari segi rasa pun perbedaannya tak terlalu jauh.
 
 
 
sumber : http://rudy-doank.blogspot.com/2011/10/5-anggapan-keliru-tentang-margarin.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar