Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Inilah Malfungsi Otak Paling Mengganggu Bagi Pengidapnya

Tak ada hal yang bisa diterima begitu saja selain kewarasan. Hal ‘gila’ bisa saja terjadi gara-gara mal fungsi otak. Anda bisa jadi tak mengenal orang sekelilingnya ataupun benda mati yang serasa ikut bicara.

Setelah ditelurusi, ternyata terdapat kelainan mental yang mampu mengacaukan persepsi realitas dalam cara yang tak terbayangkan, sementara sering kali membiarkan pikiran Anda tetap tak tersentuh. Berikut kelainan-kelainan yang akan mengejutkan Anda.

http://koranbaru.com/wp-content/uploads/2011/08/f3d7_1767409.jpg

1. Sindrom Fregoli

Bayangkan Anda sedang berargumen dengan teman sekamar yang menyebalkan mengenai uang sewa yang belum dibayar. Untuk melepaskan tekanan, Anda menghubungi pacar namun saat menelpon, Anda mendengar teman sekamar memanggil pacar Anda ‘sayang’. Saat ke luar kamar, teman sekamar Anda mengejek dari pekarangan tetangga.

Karena marah, pergi ke bar setempat untuk minum-minuman dan ternyata dituangkan teman sekamar Anda itu. Pada 10 menit kemudian, Anda mendapati diri Anda sedang dipeluk teman sekamar yang menyebalkan itu.

Kondisi ini disebut sindrom fregoli, membuat semua orang yang Anda temui hari itu menjadi orang yang sama. Kelainan ini muncul dalam tingkat keparahan berbeda. Terkadang, penderita tak tahu pasti siapa yang mengawasinya namun semua orang tampak tak asing.

Hal ini terasa seperti terbangun di satu kota yang dipenuhi teman SMA yang jarang Anda ajak bicara. Penderita sindrom ini akan menghampiri semua orang dan menanyakan tempat mereka bertemu pertama kali. Selain itu, jika sindrom ini dipadukan kelainan lain, hasilnya bisa mengejutkan.

Misalnya, wanita terdiagnosa menderita schizophrenia dan erotomania, memiliki keyakinan bahwa orang lain mencintai dia padahal sebaliknya. Wanita ini akan yakin, aktor Leonardo DiCaprio jatuh cinta padanya dan berkomunikasi dengannya secara telepati dan selalu menyamar untuk menemuinya tiap hari.

2. Salah identifikasi diri dalam cermin

Anda terbangun di tengah malam dan pergi ke kamar mandi. Saat melihat kaca, Anda menemukan bayangan orang lain di dalamnya.

Kondisinya, penderita kelainan ini mengalami kerusakan bagian otak yang bertugas memahami cara kerja refleksi.

Jadi, saat mereka melihat kaca, otak mengatakan Anda sedang melihat orang asing melalui jendela. Kelainan ini kebanyakan muncul pada pasien Alzheimer. Bahkan, penderita ini akan mencoba berbicara dengan refleksinya.

3. Agnosia Visual

Saat pergi ke toko sayur, Anda menyadari ada yang aneh. Semua produk bisa berteriak dan melawan saat akan dimasukkan ke keranjang belanja. Parahnya, saat di kasir, pot tanaman bertanya pada Anda akan membayar tunai atau tidak.

Kondisinya, Agnosia Visual disebabkan disfungsi beberapa area pemroses visual otak. Hasilnya, Anda tak bisa secara benar mengenali barang.

Untungnya, kelainan ini hanya sebatas visual. Penderita tetap memiliki kemampuan mengidentifikasi benda menggunakan indera lainnya.

4. Somatoparaphrenia

Saat sedang menikmati kopi di pagi hari, hidung Anda terasa gatal dan tiba-tiba ada seseorang menggarukkannya.

Kemudian, orang ini meminumkan kopi yang ada pada Anda. Anda pun mulai bertanya siapa orang ini padahal Anda tinggal sendiri. Kemudian, Anda menyadari tangan lain yang melakukan semua ini.

Kondisinya, penderita ini mengalami kerusakan otak di bagian homunculus atau ‘peta tubuh’. Otak bagian ini yang mengkatalog semua bagian tubuh dan membuat Anda tahu letak semua bagian tubuh Anda itu.

Dalam beberapa kasus, pengalaman memiliki bagian tubuh orang lain ini sangat menekan. Bahkan, penderita akan mencoba memotong bagian tubuh itu. Pada 1997, seorang pria menemui dokter bedah Robert Smith dan memintanya untuk mengamputasi kaki kirinya.

5. Anosognosia

Bayangkan Anda habis kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Anda tahu diri Anda tidak apa-apa, namun dokter selalu memberi resep. Saat dokter meminta menggerakkan kaki dan Anda merasa sudah menggerakkannya, dokter malah mengatakan Anda tak bisa berjalan lagi seumur hidup.

Kondisinya, kelainan ini merupakan khayalan yang diderita orang lumpuh yang sebenarnya tidak lumpuh. Menurut hasil studi, lebih dari setengah penderita Hemiplegia (lumpuh separuh karena stroke) menderita kelainan ini. Kita tak sedang membahas orang yang sedang dalam penolakan menjadi lumpuh.

Penderita mengalami kerusakan Korteks Parietal, area otak yang bertanggung jawab menjaga kesadaran pada persepsi, gerakan dan sensasi tubuh. Pasien penderita kelainan ini tak mampu menggerakkan anggota badannya bukan karena tak bisa melainkan karena tak mau.

6. Prosopagnosia

Bayangkan sedang berjalan menuruni tangga rumah dan begitu sampai di bawah Anda merasa tak yakin dengan siapa saja yang ada di dalam rumah. Semua orang menjadi orang yang benar-benar asing bagi Anda meski sebenarnya Anda tiap hari melihatnya, bahkan selama bertahun-tahun.

Kondisinya, kelainan ini tak mampu mengenali wajah. Terdapat perbedaan tingkatan kelainan ini. Sekitar 2% populasi manusia memiliki kelainan ini dimana kondisi ini sering disertai spectrum autisme.

Kelainan ini seperti saat Anda bertemu seseorang di sebuah pesta namun saat berjabat tangan dengannya lagi, Anda sulit mengenalinya.

Penderita kelainan ini mengalaminya tiap bertemu orang. Namun, penderita kelainan ini memiliki cara tersendiri dalam mengenali orang, yakni dengan mengingat fitur nyata seseorang.



sumber : http://tercela.blogspot.com/2011/11/inilah-malfungsi-otak-paling-mengganggu.html

Minggu, 23 Oktober 2011

empat penyakit misterius pada wanita

"EMPAT PENYAKIT MISTERIUS PADA WANITA"


Ketika petenis wanita Venus Williams harus mundur dari turnamen akhir Agustus lalu akibat sindroma Sjogren, banyak yang kemudian bertanya-tanya. Penyakit apakah itu dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyakit ini merupakan kondisi autoimun yang umum menyerang wanita di atas 40 tahun. Ada juga beberapa penyakit misterius lainnya yang lebih banyak diderita wanita. Mau tahu? Ini dia empat diantaranya, seperti dikutip dari Third Age.

Sindrom Sjogren
Gejala khasnya berupa rasa nyeri, kelelahan, mata dan mulut kering karena produksi air mata dan air liur menurun. Gejala lain termasuk nyeri sendi, bengkak, dan kekakuan, ruam kulit dan kulit kering, kekeringan pada vagina, dan batuk kering.
Sindroma ini merupakan penyakit autoimun kronis di mana sel-sel darah putih menyerang kelenjar yang memproduksi kelembaban. Sekitar empat juta warga AS--sebagian besar wanita mengidap penyakit ini. Belum ada obat untuk mengatasi sindroma Sjogren, namun gaya hidup sehat dan perawatan medis bisa mengurangi gejala.
Agar tetap terhidrasi, disarankan minum banyak air sepanjang hari. Dan bila diperlukan operasi kecil untuk memperbaiki kelenjar mata.

Sindroma Morgellons
Penderita sindroma Morgellons mengalami gejala bengkak, bilur merah dan biru muncul pada kulit saat kulit dicakar, digigit atau luka. Penyakit 'bug' yang diderita sekitar 14.000 orang ditemukan seorang dokter Prancis pada abad 17. Dan, nama Morgellons, nama terbaru penyakit ini menunjukkan parasitosis delusional yang bisa saja menyembunyikan adanya gangguan lain.
Untuk meringankan rasa gatal dan sakit, penderita disarankan menggunakan krim topikal dan analgesik. Hingga kini, pusat pengendalian penyakit AS belum menemukan penyebab penyakit ini.

Sindroma Aksen Asing
Orang dengan sindrom aksen asing tiba-tiba bercakap-cakap dengan aksen yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Pada 2002, peneliti di Oxford University menemukan bahwa penderita memiliki kelainan otak yang menyebabkan perubahan suara, pengucapan dan perubahan lainnya.
Menurut Journal Neurolinguistics, pasien sering tidak pernah mendengar aksen yang mereka adopsi. Kasus pertama yang dikonfirmasi adalah seorang wanita Norwegia yang bangun dengan aksen Jerman pada tahun 1941. Karena itu pula, dia diasingkan. Pada Juli 2011, seorang wanita Oregon, Karen Butler, 58, bangun dengan aksen Inggris setelah operasi kecil pada mulut. Dokter percaya dia menderita cedera otak ringan atau stroke kecil yang menyebabkan kondisi tersebut.

Sindroma Alice in Wonderland
Nama penyakit ini diambil dari sebuah film diperankan Lewis Carroll "Alice's Adventures in Wonderland." Orang yang mengidap penyakit ini melihat benda yang jauh lebih kecil atau lebih besar dari ukuran sebenarnya.
Istilah medis untuk gejala-gejala ini microphasia dan macrophasia. Sakit kepala migrain yang disertai persepsi visual kerap diduga sebagai penyebabnya. Akibat penyakit ini, indra pendengaran, sentuhan, serta citra tubuh juga dapat terpengaruh.
Sindroma ini biasanya merupakan gejala tumor otak, mononukleosis, atau akibat penggunaan narkoba.



sumber : http://tercela.blogspot.com/2011/10/empat-penyakit-misterius-pada-wanita.html

Sabtu, 10 September 2011

Manusia Ini Dapat Bertahan Walau Mempunyai Kelainan

 
Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi.

Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg

Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.



 
 
Bayi yang lahir 2 kali
Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.


Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.



 
Gadis separuh otak
Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


 
 
Gadis India bertangan 4, berkaki 4
Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]

 
 
Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya
Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.


Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.


 
 
Gadis muda, 118 hari tanpa jantung
Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


 
 
Si kembar yang bertahan hidup
Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.


Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.


 
 
Connie Culp dan wajah barunya
Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.



 
 



sumber : http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/06/manusia-ini-dapat-bertahan-walau.html

Senin, 05 September 2011

Brushing Syndrome Salah Satu Penyakit Terlangka di Dunia

Brushing Syndrome Salah Satu Penyakit Terlangka di Dunia - Seperti yang dialami oleh Megan Stewart, gadis remaja berusia 13 tahun ini menderita sindrom langka yang disebut Hair Brushing Syndrome (sindrom menyisir rambut). Menyentuh benda yang memiliki aliran listrik statis seperti sisir dan balon bisa membuat nyawanya melayang.

Megan StewartFoto Megan Stewart Penderita Penyakit Brushing Syndrome
Ibundanya pertama kali menemukan keanehan ini ketika menyisir rambut Megan saat masih berusia 6 tahun, saat bersiap-siap untuk hari pertama masuk sekolah dasar.

“Saya sedang menyisir rambutnya di ruang tamu. Saat itu ia langsung jatuh dan bibirnya membiru. Padahal dia sedang fit dan tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya. Itu benar-benar menakutkan, kami tidak tahu apa yang terjadi,” ujar ibunda Megan, Sharon Stewart.


Dokter di Yorkhill Hospital for Sick Children, Glasgow, menceritakan kepada orangtua Megan bahwa mereka hanya pernah mendengar satu kasus sindrom yang sama, yang memaksa anak-anak untuk menghindari segala bentuk listrik statis karena bisa memicu reaksi fatal.


Sharon (40 tahun) mengaku tidak pernah mendengar tentang Hair Brushing Syndrome sebelumnya. Dokter pun mengatakan kepadanya hanya pernah mendengar satu kasus serupa. Dokter masih bingung apa yang menyebabkan kondisi langka seperti Megan. Ia terlahir hanya dengan berat 1,05 kg dan hanya sebesar telapak tangan pria.


Saat lahir, Megan mengalami diaphragmatic hernia atau lubang di diafragmanya. Kondisi ini berarti membuat perutnya bergerak sampai atau melalui dadanya, sehingga hanya memungkinkan ruang untuk 1 paru-paru.


Pada waktu hamil 6 bulan, ibunya pernah didiagnosis dengan kondisi yang berpotensi fatal yaitu pre-eklampsia. Ibunya dipaksa menjalani operasi caesar darurat untuk menyelamatkan anaknya.


“Saya benar-benar tidak tahu apa itu tapi saya tahu saya bisa mati karena kondisi itu, jadi saya benar-benar ketakutan. Saya merasa mendapatkan banyak obat dan sejak saat itu saya tidak bisa ingat apa-apa, rupanya saya hampir mati,” jelas Sharon.


Namun berkat keterampilan para dokter di Bellshill Maternity Hospital, Lanarkshire, Sharon Stewart berhasil menjalani pemulihan penuh. Tapi Megan kecil harus menghabiskan 18 bulan pertamanya di Glasgow’s Yorkhill Hospital.


Kini, dengan sindrom aneh yang dialaminya, gadis remaja asal Wishaw Lanarkshire ini harus menghindari segala bentuk listrik statis dalam kehidupan sehari-harinya, seperti sisir dan balon.


“Ketika kami menyisir rambutnya, kami harus membaringkannya dan menutupi kepalanya dengan air untuk menghentikan terjadi aliran listrik statis. Dia juga tidak boleh menggosokkan balon ke kepalanya saat pesta,” jelas Sharon.


Selain mengalami sindrom aneh, Megan juga menderita asma dan kondisi yang disebut dorsal stream dysfunction (disfungsi aliran punggung), yang membuatnya sulit melihat obyek yang bergerak cepat seperti bola.


Keluarganya mengatakan Megan harus menghadapi operasi lebih lanjut di masa mendatang. Tapi kini ia masih bisa hidup seperti biasa.


“Dia seorang gadis muda yang sangat bahagia. Ketika dia di rumah sakit ada begitu banyak anak di sana yang sekarat dan sangat sakit sehingga kita senang bahwa dia sehat dan mampu menjalani hidupnya. Dia benar-benar menentang segala rintangan. Dia adalah keajaiban kecil,” jelas ibunya.
 
 
 
 
sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2011/08/brushing-syndrome-salah-satu-penyakit.html